Category Archives: Daily Diary

Have fun go…?

Hi there!

I don’t know what I’m going to tell you about now.. hmm let’s just try free writing, shall we?

Ever ask yourself this: “do you feel guilty by killing many mosquitoes?” I did ask myself and I’m not really feel guilty about it. No. I don’t feel guilty. For me, guilt is not a feeling. It’s an illusion. Illusion to trap oneself in a low mood.

So what is “sorry”? It’s like a justification that oneself who says sorry is wrong. You can feel satisfy after someone said you are forgiven, can’t you? Why are you feeling sorry? Sorry is a feeling? What are you sorry for? The point is I can’t understand english words. Hahahaha.

I wonder about all the ‘what if’ I have, people have, people hope, people want. I’m listening to Ipang’s Sahabat Kecil now and remembering about my good old days on high school. Some people may say that my high school life is quite bitter, for such things can only be measured by myself, and I definitely say it was splendid. haha. What I did yesterday lead me here. Everything is the reason why I’m here now. Even all of my depressed (read: alay dan galau) blog posts also build who I am now.

Shifting. Step to the left. Look. Choose. Vote. And step to the left again. Repeat.

It is seriously funny to read all of my rant here in my blog.. hihihi

Ah… What do I know? What do I know about the past? What do I know about the future? I don’t want to predict, I don’t want to assume.. I want to let it flow. But I’m not going to let myself be flown away.

Sweet memories… Sweet days…

Luminosa: The Magnificent Colors by TPB FSRD ITB 2012.

“TPB FSRD 2012 siap mempersembahkan warna warna memesona
We are LUMINOSA!
The magnificent colors!
We are LUMINOSA!
Saturday at PlaWid
Come see us! Come see us!
Come join us! Come join us!
Uh-huh~ Uh-huh~
Oh yeaaah~ Oh yeaaah~”

Funny to realize that all the grudges I had from that days become too good to be called as grudges. “Ah, I can’t finish this. I can’t finish that. I can’t think clearly right now. I can’t do this. I can’t do that” that’s bullshit. By all the things I’ve learnt from this event, all those “can’t” disappeared. After this, there goes “I want this.. I want that. I want to do this. I want to try that. I want. I want.”

Funny to remember all the blunder. Funny to remember all the foolishness. Funny to recall all the foolish, absurd, whatever you called it, conversations. Funny to recall allllllll the things we did together as TPB FSRD ITB 2012. Funny to recall all the things seniors taught me and I’m too fool to understand that day. Funny to feel that everything is funny now.

By the way I see it, everything is fun. I’d say thank you verrrrrrry muccccccch for alllll the fun. Happy! Happy! Happy! *put my happy face here*

This is just a beginning to our journey, guys and gals. Let’s cherish the memories and build more fun future togethaaaa~ *a la Voldy and Harry Potty falling together’s style* hihihi xD

Anyway, still. Funny to think that there’s someone whom I thought knew my advanced course contract. Funny to remember all the funny moments. Funny to always questioning why all those boys have better hair than me. Funny to make fun of myself. Funny to have a crush on someone’s hair. Only the hair. hahahaha. (sumfeh kenapa rambutnya bagus banget sih argh) Funny to type all this in English rather than bahasa. Funny to write my feeling this way. Oh, funny to remember that the right word is “memesona”, not “mempesona” but I yelled “mempesona” aaall the way when arak-arakan. Well..

Have the most fun of yourself!

-Haps

Rambling~

Sudah lama tidak mampir di wordpress..

Halo! Apa kabar kalian semua? :)

***

Gue…baik-baik saja.

Sejujurnya sekarang gue sedang dalam perjalanan mencari kitab suci ke negeri China training -ato lebih tepatnya- latihan menjadi mandiri dan individual. Dimana gue diasingkan ke Rengasdengklok tinggal di rumah Mbah gue (di kostannya) sambil bimbel untuk menempuh snmptn taun depan, juga sambil kerja jadi ‘guru les’ anak-anaknya Tante Oyan (my auntie yg tinggal bersama Mbah)

Hah, guru les??

Bukan, sebenernya itu ngga gitu penting. Gue mau ngomongin anak-anak yang gue ajarin. hehe

It’s not exactly “guru les”. Gue disini bertugas untuk ‘ngajarin’ ato lebih tepatnya ngebimbing itu anak-anak dalam belajar dan ngerjain pr dll.

Anak pertama: Nana dan Nini (Yes, mereka kembar. Selanjutnya akan gue singkat jadi NN) itu kelas 4 SD. Yang satu keras kepala, yang satu cerewet. Mereka berdua pinter, tapi untuk ukuran anak-anak, mereka itu kepo.

Anak kedua: Hanif dan Hafizh (Yes, mereka kembar juga dan akan gue singkat jadi HH) itu masih kelas 2 SD. Yang satu ngocolnya minta ampun, yang satu ribeeet bener. And yes, betul, mereka berdua juga pinter dan juga (teteuuup) kepo.

***

Yang unik dari mereka adalah bahwa kalo ditanyain apa-apa pasti dijawabnya “NO!” dulu baru deh diem buat mikir dan jawab beneran.

Pernah begini nih:

Hafizh: Bang, may I borrow your eraser?
Hanif: NOOOOOOOOOOO!!! problem. Pake ajah.

=____=”

Mereka juga punya ‘kebiasaan aneh’ yang agak nyebelin kalo didenger orang yang belum kenal mereka. Apaan hayo?

“bersuara imut”

Mentang-mentang mereka masih kecil, jadinya mereka ‘menikmati’ banget bersuara ‘imut’ gitu. Pernah gue nyoba ngikutin pake suara (sok) imut gituh tapi gatot. Alhasil mereka nge-bully gue. “Mbak Sari kan udah gedeee.. Gak bisa lah suaranya begitu” “Kita kan masih kecil” “weeek gak bisa kan? kasiaaaaan deeeeh “tau tuh, mbak Sari kan udah tua” dan komen-komen ala anak kecil lainnya. =_=

Untuk ‘bales dendam’, gue sering ngomong pake suara berat/robot yang dibuat-buat gitu ke mereka. Trus dengan  cuping hidung melebar agak bangga, gue bakal ngomong “Bisa gak suaranya jadi kaya suara ku? Gak bisa kaaaan? Masih kecil siiiih” huahahahaha ^ jahat

Eh tapi kalo abis digituin biasanya Nana akan ngambek berkepanjangan yang menyebabkan dia bakal nolak apapun yang gue bilangin. Pas belajar juga gitu. Boro-boro ye pelajaran itu masuk ke otak, megang buku dia aja gak boleh! Dasar bocah.. Giliran ada bunda nya baru deh nurut dan kembali ‘bersuara imut’.

***

Selain ‘disiksa’ secara verbal oleh suara-suara imut mereka, gue juga ‘disiksa’ dengan kelakuan anak kecil standar lainnya. Macem kepo isi chat bbm gue, kepo pengen ikut chat di bbm, kepo ttg foto-foto di gallery hape gue, kepo ttg isi tweet gue, kepo ttg isi kamar gue, kepo ttg hal-hal yang gue lakukan saat mereka sekolah, kepo ttg mp3 gue, kepo ttg hal-hal yang gue lakukan di hari pekan, dll. Menurut loooooh?

Ohya, mereka juga suka banget nempel-nempel gue. Kalo anak kecil lain biasa nya sering ngekor doang, 4 anak ini suka nya nempel gue. Yang gue maksud ‘nempel’ disini itu adalah skinship. Mereka suka banget skinship sama gue. Entah kenapa. Ada aja nih kalo lagi duduk sebelahan di meja makan, mereka sering tiba-tiba nyender gue ato meluk-meluk gitu.

Tika, adek sepupu gue yang juga masih kelas 4 SD juga demen meluk-meluk gue. Halah.

Kemaren kesampean tuh gue tanyain mereka semua kenapa mereka suka meluk gue, mereka jawab: “Mbak Sari empuk siiiih” sembari meluk gue rame-rame.

So sweet? Ato ini pertanda bahwa gue terlalu banyak menimbun lemak?

Entahlah.

Much Love,

-Happu

Anyway, mungkin karena emang gue ude terlalu biasa skinship sama mereka dari mereka masih kecil banget kali ya. :p

(Berlagak) serius…awalnya. Belakangnya sih…

Hari ini adalah hari peringatan kelahiran Babeh Saya.

Sedari tadi Saya sibuk merangkai kalimat untuk mengungkapkan perasaan Saya. Tapi sedari tadi pula kalimat-kalimat yang sudah Saya ketik itu Saya hapus. Sebenarnya Saya ingin ngomong langsung. Ya tapi Saya takut kalau nanti Saya langsung mewek. 

*
“Hari kelahiran itu ada bukan untuk dirayain. Tapi kalo kamu sadar, hari kelahiran itu ada untuk disyukuri.”
*

Inti dari apa yang mau Saya bilang ke Babeh (juga my mom) di hari kelahiran Babeh hari ini tuh ada dua. Maaf dan terimakasih.

Maaf selalu ngerepotin selama ini. Maaf selalu nyusahin. Maaf masih belum bisa mandiri. Maaf sudah bikin marah. Maaf sudah bikin khawatir. Maaf sudah bikin sedih. Maaf masih ngga tau diri. Maaf belum bisa bikin bapak ibu bangga. Maaf. Maaf ya Mom, Beh.

Makasih udah ngenalin aku sama buku dari aku kecil. Makasih udah selalu sabar ngadepin aku ye Mom, Beh. Makasih ye Mom, Beh ngga pernah marah sama aku dan Masiwit. Makasih Mom, Beh selalu ngedukung aku. Makasih Mom, Beh selalu bisa jadi Doraemon buat aku. Makasih ya Mom, Beh. Makasih udah jadi ibu dan bapak yang super baik buat aku.

*
“Don’t count your age by years. Count it by achievement you’ve made.” -(alm.) Mbah Kakung, Babehnya Babeh.
*

Yayaya pada bingung kan? Saya emang manggil ibu saya “Mom” dan bapak saya “Beh”. Hahaha. Perpaduan yang ngga biasa, memang.

*

“Sabar………………………”

*

Oke, stop disini (sok) serius dan (sok) mellow nya. (Padahal beneran mewek sambil ngetik ini. halah.)

*

“Emang Bapak pernah marah-marah? Engga, kan? Bapak kan cuma minta kamu rajin sholat. Itu aja.”

*

Babeh Saya udah 54 tahun hidup di dunia. Kata orang, Babeh Saya itu kerja dari Senin sampe Senin ngga tau istirahat. Kata Saya, Babeh Saya itu Babeh ter-oke sepanjang masa (yaiyalah ortu sendiri gitu loh). Demokratis. Tenang. Selow.

*

“Tiap keluarga itu punya peraturan dan kebiasaan sendiri-sendiri. Feel-nya bakal beda buat tiap-tiap orang yang ‘masuk’ ke ‘area’ keluarga lain.”

*

Makin ngelantur ni entri jadinya. Bahasa pun berubah jadi informal gini nih. Dan entri ini pun jadi kehilangan setengah feel (sok) serius dan (sok) mellow nya. hahaha. Kebiasaan Saya yang suka ngelantur nih. Maklum dulu yah. Masih adaptasi. Halah. Hahaha.

Much Love,

-Happu

*

“Over anything, family always comes first.”